Hai semuanya. Saat ini saya akan membahas tentang kebebasan. Materi yang tidak kalah menariknya dengan manusia dan afektivitasnya. Yuk mari kita belajar...
KEBEBASAN
“Meraih kebebasan itu
bukan berarti hanya melepas rantai seseorang,
tetapi hidup dengan menghargai dan
mendorong kebebasan orang lain"
-Nelson Mandela-
KEBEBASAN
Jiwa
dan Kebebasan
Eksistensi jiwa dalam tubuh memampukan
manusia untuk menghadirkan diri secara total di dunia dan memungkinkan manusia
menentukan perbuatannya. Dalam fungsi menentukan perbuatan, jiwa berhubungan
dengan kehendak bebas. Karena jiwa, manusia menjadi makhluk bebas. Kebebasan
itu mendasar bagi manusia. Hanya yang punya jiwa saja yang bisa menentukan
kebebasan dalam perbuatannya.
Erich Fromm dalam The Fear of Freedom,
1960
“Sejarah manusia merupakan sejarah
perjuangan kebebasan”
Artinya, kebebasan menjadi bagian tak
terpisahkan dari eksistensi manusia.
Pandangan Determines
Determines adalah aliran yang menolak
kebebasan sebagai kenyataan hidup bagi manusia. Setiap peristiwa tindakan dan
keputusan manusia disebabkan oleh peristiwa lainnya. Seluruh kegiatan manusia
di dunia berjalan menurut keharusan yang bersifat deterministik.
Ada beberapa macam determinisme :
- Determinisme fisik-biologis
- Determinisme psikologis
- Determinisme sosial
- Determinisme teologis
Kebebasan sebagai eksistensi manusia
Kelemahan determinisme
Menyangkal sifat multidimensional dan
paradoksal manusia. Menyangkal bahwa manusia selalu melakukan evaluasi dan
penilaian terhadap tindakannya.
Argumennya :
Manusia hidup dalam “kemungkinan dapat”
atau berhadapan dengan pilihan yang berbeda
Adannya tanggung jawab
Makna perbuatan moral ada pada kebebasan
Apa implikasi semua ini dalam dunia
hukum?
Immanuel Kant
“Hanya orang bebaslah yang mempunyai
moral.’
Arti kebebasan
Orang cenderung mengartikan kebebasan
secara umum, yaitu tidak ada paksaan, tidak ada hambatan, tidak ada halangan,
tidak ada aturan. Tapi ini bukan kebebasan ekstensial.
Yang benar adalah :
- Penyempurnaan diri
- Kesanggupan memilih dan memutuskan
- Kemampuan mengungkapkan berbagai dimensi
kemanusiaan
Jenis Kebebasan
a. Kebebasan Horisontal
Berkaitan dengan kesenangan dan kesukaan
b. Kebebasan vertikal
Berkaitan dengan pemilihan moral dan
tingkatan nilai
c. Kebebasan eksistensial
Kebebasan positif dan lambang martabat
manusia
d. Kebebasan sosial
Kebebasan terkait hubungan dengan orang
lain
Empat alasan adanya kebebasan sosial :
- Menyertakan pengertian
- Memberi ruang bagi kebebasan eksistensial
- Menjamin pelaksanaan keadilan bagi
masyarakat
- Terkait dengan hakikat manusia sebagai
makhluk sosial
Sejarah Perkembangan Masalah Kebebasan
a. Yunani Kuno
Filsafat Yunani tidak memberikan jawaban
yang memuaskan atas masalah
kebebasan karena beberapa alasan berikut :
1. Adanya pandangan bahwa semua hal berada
dibawah nasib
2. Menurut pemikiran Yunani, manusia adalah
bagian alam maka harus mengikuti
hukum umum yang mengaturnya
3. Manusia terpengaruh oleh sejarah yang
bergerak secara siklis
b. Zaman abad pertengahan
Masalah kebebasan dilihat dalam
perspektif teosentrik
c. Zaman Modern
Perspektif teosentrik digantikan oleh
perspektif antroposentrik
d. Era Kontemporer
Kebebasan dipermasalahkan dari sudut
pandang sosial
e. Negara Timur
Kebebasan dalam pemikiran negara Timur
cenderung dilihat sebagai pembebasan
dari kendala keinginan egoistik dan dari
kecemasan untuk mencapai kesatuan dan
pengendalian diri.
Kesimpulan :
Setiap orang punya hak kebebasan dengan
adanya batas-batas tertentu sesuai dengan ruang dan waktu.
Sekian pembahasan dari saya, semoga bermanfaat :)
Sumber : ppt pertemuan 8 oleh Bapak Bonar Hutapea



backgroundnya bagus...blognya juga..89
BalasHapusMakasih stella :D
Hapussuka banget baca blognya vania , + gambarnya 90 :)
BalasHapusmakasih angel, ntar aku bikin yang lebih menarik lagi :D
Hapus