Hai teman-teman semuanya. Jangan bosan yah sama postingan saya ini. Kali ini pada pertemuan 8, saya akan membahas tentang manusia dan afektivitasnya serta kebebasan. Pada pertemuan kuliah hari ini cukup menarik, karena kita akan belajar tentang "cinta" walaupun tidak terlalu mendalam. Mari kita simak pembahasan berikut...
MANUSIA DAN AFEKTIVITASNYA
Kekayaan dan Kompleksitas Afektivitas Manusia
Biasanya jika mendengar kata "afektif" orang akan cenderung berpikir tentang cinta, kasih sayang, persahabatan, persaudaraan, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kasih.
Melalui afektivitas, manusia berada di dunia ini dan bisa berpartisipasi dengan orang lain.
Afektivitas juga mendorong manusia untuk bisa mencintai, mengabdi dan menjadi kreatif.
Lalu bagaimana disposisi afektif dasariah si subjek terhadap objeknya?
Seluruh kehidupan afektif berputar pada dua kutub yang bertentangan satu sama lain : mengarah pada objek karena menyukai atau berpaling darinya karena menganggapnya buruk.
Cinta : buah afektivitas positif
Benci : buah afektivitas negatif
Bagaimana sikap subjek dapat ditentukan secara afektif oleh objeknya?
Dibedakan antara perasaan dan emosi.
Kehidupan afektif memperlihatkan macam-macam cara yang berbeda menurut bagaimana subjek menguasai objek.
St. Thomas Aquinas berkata bahwa
"Keadaan afektif yang berbeda inilah
yang disebut dengan hasrat-hasrat jiwa"
Yang bukan merupakan perbuatan afektif :
Cinta membuktikan diri dalam perbuatan-perbuatan. Cinta mendahului perbuatan. Kehidupan afektif bukan hanya menyangkut kegiatan merasa saja, tetapi juga menyangkut hal yang spiritual.
Yang merupakan perbuatan afektif :
Perbuatan afektif sedikit mirip dengan "perbuatan mengenal" karena dianggap perbuatan vital/imanen, namun kegiatan afektif lebih pasif.
Kondisi Afektivitas Manusia
Afektivitas muncul jika ada kesamaan antara subjek dan objek perbuatan afektifnya.
Catatan tentang cinta akan diri, sesama dan Tuhan
Orang sering menganggap bahwa cinta akan dirinya sendiri disebut egoisme. Padahal cinta akan diri sendiri dapat ditemukan pada orang yang sanggup mencintai orang lain dengan sungguh-sungguh.
Jika kita mencintai Tuhan dengan seluruh jiwa/hati, bukan berarti kita sama dengan mengasingkan diri. Tuhan tidak melawan kita, Ia transenden dan imanen.
St. Agustinus berkata bahwa :
"Tuhan adalah pokok pangkal kepribadian kita masing-masing.
Ia adalah dasar dalam mana semua manusia saling berkomunikasi. Makin saya mendekati orang lain, makin saya mendekati Tuhan."
Sekian dulu dari saya, tunggu postingan selanjutnya yaa....
Sumber : ppt oleh Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Bapak Bonar Hutapea
Sumber gambar :
https://www.google.com/search?q=thomas+aquinas&rls=%7
https://www.google.com/search?q=santo+agustinus&rls=%7
Pukul 22.33 WIB



Good job vaniaaa 90:D
BalasHapusThank you :D
HapusNice one!!
BalasHapusScore : 95
Makasih ko :)
Hapus