Sebelum memulai pembahasan tentang aksiologi dan metafisika, ada baiknya jika kita belajar dahulu tentang pencabangan ilmu filsafat.
Cabang-cabang Ilmu Filsafat :
1. Epistemologi : Filsafat ilmu pengetahuan
2. Metafisika : Ontologi, Kosmologi, Teologi
Metafisika, Antropologi
3. Logika : Ilmu berpikir kritis
4. Etika : Filsafat tingkah laku
5. Estetika : Filsafat keindahan
6. Aksiologi : Filsafat nilai
7. Filsafat khusus berbagai disiplin ilmu
- Aristoteles
Spekulatif/teoretis, praktika, produktif, analitika dan dialektika.
Spekulatif/teoretis, praktika, produktif, analitika dan dialektika.
- Christian Wolff
Logika, ontologi, kosmologi, psikologi, teologi naturalis dan etika.
Logika, ontologi, kosmologi, psikologi, teologi naturalis dan etika.
- Will Durant
Logika, estetika, etika, politika dan metafisika.
Logika, estetika, etika, politika dan metafisika.
- Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte,
Encyclopaedie-ENSIE
Metafisika, logika, epistemologi, filsafat ilmu, filsafat naturalis, filsafat kultural,
filsafat sejarah, estetika, etika dan filsafat manusia.
Metafisika, logika, epistemologi, filsafat ilmu, filsafat naturalis, filsafat kultural,
filsafat sejarah, estetika, etika dan filsafat manusia.
- The World University Encyclopedia
Sejarah filsafat, metafisika, epistemologi, logika, etika dan estetika.
Sejarah filsafat, metafisika, epistemologi, logika, etika dan estetika.
Sumber Pengetahuan
- Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz : akal budi
atau rasio
- Bacon, Hobbes, Locke : pengalaman inderawi
- John Locke : ide manusia berasal dari sensasi,
refleksi
- Immanuel Kant : akal budi manusia dihubungkan
dengan pengalaman
Adakah pengetahuan yang benar dan pasti?
- Penganut skeptisisme : segala sesuatu dapat saja
disangsikan kebenarannya
- Phyrro : kita harus senantiasa menyangsikan
segala sesuatu
- J. Wilkins dan J. Glanvill : membedakan
pengetahuan tentang yang sempurna dan
sudah pasti
sudah pasti
- David Hume : serangkaian dasar pengetahuan
empiris
- Thomas Reid : kepercayaan kita sangat mendasar
harus dibenarkan oleh argumen
rasional falsafati
rasional falsafati
- Albert Camus : manusia berusaha menakar makna
dari sesuatu yang pada hakekatnya
tak bermakna.
tak bermakna.
AKSIOLOGI
Aksiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu axios
(nilai) dan logos (ilmu). Aksiologi merupakan cabang ilmu filsafat yang
mempertanyakan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmunya.
Menurut Surisumantri, aksiologi merupakan teori
nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
Aksiologi merupakan kajian tentang nilai-nilai
kegunaan, khususnya etika.
Aksiologi merupakan bagian dari filsafat yang
menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara
dan tujuan dari perbuatan manusia.
Aksiologi dibagi dalam dua bagian :
1. Etika
Mengkaji tentang prinsip dan
konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia
Etika sebagai aturan sopan
santun dalam pergaulan.
2. Estetika
Mengkaji tentang prinsip yang
mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni.
Aksiologi membedakan fakta dan nilai.
Fakta adalah sesuatu yang
ada secara nyata dan berlangsung begitu saja. Dilukiskan
secara objektif.
Nilai adalah sesuatu yang
berlaku, yang mengikat dan menghimbau kita. Berperan
dalam suasana apresiasi.
Ciri-ciri nilai :
- Nilai berkaitan dengan subjek
- Nilai tampil dalam konteks praktis
- Nilai menyangkut sifat yang dimiliki objek
Nilai dibagi menjadi empat kelompok :
- Nilai yang menyangkut kesenangan dan
ketidaksenangan
- Nilai vitalitas
- Nilai rohani
- Nilai religius
Ciri-ciri nilai moral :
- Berkaitan dengan
tanggungjawab kita sebagai manusia
- Berkaitan dengan hati
nurani
- Mewajibkan
- Bersifat formal
Peranan nilai bagi kita :
1. Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan
manusia
2. Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik
3. Menata hubungan sosial dalam masyarakat
4. Memperkuat identitas kita sebagai manusia.
METAFISIKA
Arti Metafisika
- upaya mengkarakterisasi realitas sebagai
keseluruhan
- usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada di
balik realitas
- pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai
seluruh realitas atau segala sesuatu
yang ada
yang ada
Metafisika Umum (Ontologi)
Membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh
dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu. Semua manusia
punya ide tentang Allah.
Tiga teori ontologis :
a. Idealisme
Sesuatu yang ada sesungguhnya
berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam
indrawi hanyalah bayangan dari
yang sesungguhnya.
Tokohnya : Berkeley, Immanuel
Kant, Hegel.
b. Materialisme
Menolak hal yang tak kelihatan.
Tokohnya : Leukippos dan
Demokritos, Hobbes, L.A. Feuerbach.
c. Dualisme
Tipe fundamental substansi
adalah materi dan mental.
Metafisika Khusus (Teologi Metafisika)
- Kosmologi : percakapan tentang alam/ketertiban
paling fundamental dari seluruh realitas.
Setiap akibat pasti punya sebab.
- Teologi metafisik : membahas tentang kepercayaan
pada Allah di tengah realitas kejahatan
yang merajalela di dunia. Segala
sesuatu ada tujuannya.
David Hume
Tidak ada bukti yang
benar-benar sahih yang membuktikan Allah ada.
Feuerbach
Religi tercipta oleh
hakekat manusia sendiri.
F. Nietzche
Konsep Allah dalam agama
kristen adalah buruk, karena Allah dianggap sebagai Allah
yang lemah.
Sigmund Freud
Tiga fungsi Allah yang
utama
- Penguasa alam
- Agama mendamaikan manusia dengan
nasibnya yang mengerikan
- Allah menjaga agar
ketentuan/peraturan budaya dilaksanakan.
Sekian pembahasan hari ini, kita akan lanjut besok yaa. Terimakasih :)
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
-Aristoteles-
Sumber : ppt pertemuan 2 oleh Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Bapak Mikha Agus Widyanto, S. Th, M. Pd.
lengkapnyaaaaa sumpah deh hahahaahah 90 vaniaaa
BalasHapusThankyou mike :D
HapusLengkap vannn:D Keep posting yaa ditunggu, 90 buat km!
BalasHapus