Jumat, 19 September 2014

Pertemuan 2 Aksiologi dan Metafisika

Selasa, 16 September 2014 saya mendapat mata kuliah tentang Aksiologi dan Metafisika.Kedua materi tersebut merupakan hasil pencabangan Ilmu Filsafat. Langsung saja berikut penjelasannya...

Sebelum memulai pembahasan tentang aksiologi dan metafisika, ada baiknya jika kita belajar dahulu tentang pencabangan ilmu filsafat.

Cabang-cabang Ilmu Filsafat :
1. Epistemologi : Filsafat ilmu pengetahuan
2. Metafisika : Ontologi, Kosmologi, Teologi Metafisika, Antropologi
3. Logika : Ilmu berpikir kritis
4. Etika : Filsafat tingkah laku
5. Estetika : Filsafat keindahan
6. Aksiologi : Filsafat nilai
7. Filsafat khusus berbagai disiplin ilmu


Tokoh-tokoh yang berjasa dalam pembagian filsafat
- Aristoteles
   Spekulatif/teoretis, praktika, produktif, analitika dan dialektika.
- Christian Wolff
   Logika, ontologi, kosmologi, psikologi, teologi naturalis dan etika.
- Will Durant
   Logika, estetika, etika, politika dan metafisika.
- Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte, Encyclopaedie-ENSIE
   Metafisika, logika, epistemologi, filsafat ilmu, filsafat naturalis, filsafat kultural,
   filsafat sejarah, estetika, etika dan filsafat manusia.
- The World University Encyclopedia 
   Sejarah filsafat, metafisika, epistemologi, logika, etika dan estetika.
Sumber Pengetahuan
- Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz : akal budi atau rasio
- Bacon, Hobbes, Locke : pengalaman inderawi
- John Locke : ide manusia berasal dari sensasi, refleksi
- Immanuel Kant : akal budi manusia dihubungkan dengan pengalaman

Adakah pengetahuan yang benar dan pasti?
- Penganut skeptisisme : segala sesuatu dapat saja disangsikan kebenarannya
- Phyrro : kita harus senantiasa menyangsikan segala sesuatu
- J. Wilkins dan J. Glanvill : membedakan pengetahuan tentang yang sempurna dan 
   sudah pasti
- David Hume : serangkaian dasar pengetahuan empiris
- Thomas Reid : kepercayaan kita sangat mendasar harus dibenarkan oleh argumen
   rasional falsafati
- Albert Camus : manusia berusaha menakar makna dari sesuatu yang pada hakekatnya
   tak bermakna.


AKSIOLOGI

Aksiologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu axios (nilai) dan logos (ilmu). Aksiologi merupakan cabang ilmu filsafat yang mempertanyakan tentang bagaimana manusia menggunakan ilmunya.
Menurut Surisumantri, aksiologi merupakan teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh.
Aksiologi merupakan kajian tentang nilai-nilai kegunaan, khususnya etika.
Aksiologi merupakan bagian dari filsafat yang menaruh perhatian tentang baik dan buruk, benar dan salah, serta tentang cara dan tujuan dari perbuatan manusia.

Aksiologi dibagi dalam dua bagian :
1. Etika
    Mengkaji tentang prinsip dan konsep yang mendasari penilaian terhadap perilaku manusia
    Etika sebagai aturan sopan santun dalam pergaulan.
2. Estetika
    Mengkaji tentang prinsip yang mendasari penilaian atas berbagai bentuk seni.

Aksiologi membedakan fakta dan nilai.
     Fakta adalah sesuatu yang ada secara nyata dan berlangsung begitu saja. Dilukiskan
     secara objektif.
     Nilai adalah sesuatu yang berlaku, yang mengikat dan menghimbau kita. Berperan
     dalam suasana apresiasi.

Ciri-ciri nilai :
- Nilai berkaitan dengan subjek
- Nilai tampil dalam konteks praktis
- Nilai menyangkut sifat yang dimiliki objek

Nilai dibagi menjadi empat kelompok :
- Nilai yang menyangkut kesenangan dan ketidaksenangan
- Nilai vitalitas
- Nilai rohani
- Nilai religius

     Ciri-ciri nilai moral :
     - Berkaitan dengan tanggungjawab kita sebagai manusia
     - Berkaitan dengan hati nurani
     - Mewajibkan
     - Bersifat formal

Peranan nilai bagi kita :
1. Nilai merupakan objek sejati bagi tindakan manusia
2. Nilai mengarahkan manusia dan memberi daya tarik
3. Menata hubungan sosial dalam masyarakat
4. Memperkuat identitas kita sebagai manusia.



METAFISIKA
 
Arti Metafisika
- upaya mengkarakterisasi realitas sebagai keseluruhan
- usaha menyelidiki apakah hakikat yang berada di balik realitas
- pembahasan falsafati yang komprehensif mengenai seluruh realitas atau segala sesuatu 
   yang ada

Metafisika Umum (Ontologi)
Membahas segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilan eksistensi itu. Semua manusia punya ide tentang Allah.
Tiga teori ontologis :
a. Idealisme
    Sesuatu yang ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam 
    indrawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya.
    Tokohnya : Berkeley, Immanuel Kant, Hegel.
b. Materialisme
    Menolak hal yang tak kelihatan.
    Tokohnya : Leukippos dan Demokritos, Hobbes, L.A. Feuerbach.
c. Dualisme
    Tipe fundamental substansi adalah materi dan mental.

Metafisika Khusus (Teologi Metafisika)
- Kosmologi : percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas. 
   Setiap akibat pasti punya sebab.
- Teologi metafisik : membahas tentang kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan 
   yang merajalela di dunia. Segala sesuatu ada tujuannya.

David Hume
     Tidak ada bukti yang benar-benar sahih yang membuktikan Allah ada.
Feuerbach
     Religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri.
F. Nietzche
     Konsep Allah dalam agama kristen adalah buruk, karena Allah dianggap sebagai Allah 
     yang lemah.
Sigmund Freud
     Tiga fungsi Allah yang utama
     - Penguasa alam
     - Agama mendamaikan manusia dengan nasibnya yang mengerikan
     - Allah menjaga agar ketentuan/peraturan budaya dilaksanakan.

 
Sekian pembahasan hari ini, kita akan lanjut besok yaa. Terimakasih :)

Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
-Aristoteles-

Sumber : ppt pertemuan 2 oleh Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor dan Bapak Mikha Agus Widyanto, S. Th, M. Pd.

3 komentar: