Kamis, 25 September 2014

Pertemuan 6 Filsafat Manusia

Hai teman-teman, lama gak ngepost nih. Hari ini saya akan memposting pertemuan 6 (Selasa, 23 September 2014) yaitu FIlsafat Manusia. Ini dia yang saya tunggu-tunggu. Udah gak sabar buat postingnya nih. Yuk kita bahas :)

FILSAFAT MANUSIA

Filsafat sebagai perenungan dicirikan oleh :
- Mengkaji hal secara kritis
- Menggunakan metode dialektif
- Berusaha mencapai realitas terdalam (arkhe)
- Bertujuan menangkap tujuan ideal realitas
- Mengetahui bagaimana harus hidup sebagai manusia

 Jadi :
- Filsafat sebagai hasil perenungan
- Filsafat sebagai kritik
- Filsafat sebagai ilmu yang berusaha mencari kebenaran secara metodik, sistematis,
   rasional, runtut, radikal, dan bertanggungjawab.

"Philosophy is for those who are willing to be disturbed with a creative disturbance. Philosophy is for those who still have the capacity to Wonder."

Filsafat Manusia
Bagian filsafat yang mengupas apa arti manusia/menyoroti hakikat atau esensi manusia. Memikirkan tentang asal-usul kehidupan manusia, hakikat hidup manusia, dan realitas eksistensi manusia. Menanyakan pertanyaan krusial tentang dirinya sendiri dan secara bertahap memberi jawaban bagi diri sendiri.

Apa perlunya mempelajari filsafat manusia?
Manusia adalah makhluk yang mampu dan wajib menyelidiki arti yang dalam dari yang ada. Manusia bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri.

Para filsuf :
1. Plato
2. Aristoteles
3. Merleau Ponty
4. Paul Ricoeur
5. Martin Heidegger
6. Soren Kierkegaard
7. Emmanuel Levinas
8. Gabriel Marcel
9. Jacques Lacan
10. Jacques Derrida

Manusia itu dinamis, misteri dan paradoksal. Alasannya :
- Dengan bertanya manusia mewujudkan hakikat kemanusiaannya
- Dengan mendalami manusia,  manusia mengenal dirinya lebih baik
- Filsafat manusia mengantar manusia semakin bertanggung jawab terhadap dirinya
   dan sesama. 

 Metode Filsafat Manusia
- Refleksi
- Analisa transendental
- Sintesa
- Ekstensif
- Intensif
- Kritis

Objek Filsafat Manusia
Objek material : Manusia
Objek formal : esensi manusia, strukturnya yang fundamental

Menurut Max Scheler dan Heidegger
Tak ada zaman, seperti zaman sekarang di mana manusia menjadi pertanyaan bagi dirinya sendiri atau menjadi problematik bagi dirinya. Tak ada pula masa di mana di tengah kemajuan yang pesat mengenai manusia, manusialah paling kurang tahu tentang dirinya dan tentang identitasnya.

Menurut A. Heschel
Filsafat mempunyai perhatian terhadap manusia dalam totalitasnya, bukan dalam aspek ini atau itu. Setiap ilmu terspesialisasi (antropologi, linguistik, fisiologi, kedokteran, psikologi, sosiologi, ekonomi, ilmu politik), betapapun kerasnya usaha mereka, mereka tetap membatasi totalitas dari individu dengan memandangnya dari segi salah satu fungsi, atau dari dorongan tertentu. Pengetahuan kita tentang manusia terpecah-pecah: kerapkali kita menggantikan keseluruhan dengan salah satu bagian. Kita berusaha menghindari kesalahan itu

Dari mana datangnya pertanyaan tentang manusia?
- Kekaguman
- Ketakjuban
- Frustrasi
- Delusi
- Pengalaman negatif 
 
 
Aku menjadi masalah besar bagi diriku.
Kata Agustinus yang sedih karena kematian temannya.




        Refleksi filosofis tentang manusia dapat tumbuh dari pengalaman akan kehampaan, alienasi, rutinitas, dan absurditas  sebagaimana digambarkan oleh Albert Camus









Apa saja yang dibahas dalam filsafat manusia?
a. Mencari kekhasan manusia
b. Manusia sebagai “ada-di-dunia”
c. Evolusi
d. Antarsubyektivitas (sosialitas manusia)
e. Manusia sebagai eksistensi bertubuh
f. Transendensi
g. Manusia sebagai roh
h. Pengetahuan manusia
i. Kebebasan
j. Kesejarahan/historisitas
k. Kebudayaan, sains dan teknologi
l. Dimensi antropologis dari pekerjaan
m. Manusia sebagai pribadi/persona 
n. Kematian dan harapan.
 
Sekian untuk pertemuan hari ini. Sampe ketemu besok yahh :)

Sumber : ppt pertemuan 6 oleh Bapak Bonar Hutapea


2 komentar: