Hai teman-teman semua, kembali lagi dengan posting terbaru saya hari ini. Yang baru, saja dibahas oleh dosen saya hari ini adalah mengenai kelanjutan dari pembelajaran pada pertemuan keempat, yaitu Logika. Saat ini, saya juga akan membahas tentang Silogisme, Kesesatan, Etika dan Moral. Yuk kita lihat pembahasannya :)
SILOGISME
Silogisme adalah suatu simpulan dimana dari dua putusan disimpulkan suatu putusan yang baru.
Prinsipnya, bila premis benar, maka simpulannya juga benar.
Ada dua macam Silogisme :
a. Silogisme Kategoris
Yaitu silogisme yang premis dan simpulannya adalah putusan kategoris (pernyataan
tanpa syarat).
Catatan untuk silogisme :
- Tentukan lebih dulu simpulannya
- Tentukan alasannya
- Susunlah silogisme yang terdiri dari 3 bagian :
(S-P) Simpulan
(S-M) Premis minor
(P-M) Premis mayor
Silogisme kategoris tunggal
Mempunyai dua premis, terdiri atas 3 term S, P, M.
1. Premis minor harus sebagai penegasan, sedang premis mayor bersifat umum.
2. Salah satu premis harus negatif, premis mayor bersifat umum.
3. Premis minor harus berupa penegasan dan simpulannya bersifat partikular.
4. Premis minor harus berupa penegasan, sedangkan simpulan bersifat partikular.
Silogisme kategoris majemuk
Bentuk silogisme yang premis-premisnya sangat lengkap, lebih dari tiga premis.
1. Epicherema
Silogisme yang salah satu atau kedua premisnya disertai alasan.
2. Enthymema
Silogisme yang dalam penalarannya tidak mengemukakan semua premis secara
eksplisit. Salah satu premis atau simpulannya dilampaui.
3. Polisilogisme
Deretan silogisme dimana simpulan silogisme yang satu menjadi premis untuk
silogisme yang lain.
4. Sorites
Silogisme yang premisnya lebih dari dua. Putusan itu dihubungkan satu sama lain
sedemikian, sehingga predikat dari putusan yang satu jadi subjek putusan berikutnya.
KESESATAN
Berasal dari kata Fallacia, yang berarti kesalahan pemikiran dalam logika (bukan kesalahan fakta), kesalahan atas kesimpulan karena penalaran yang tidak sehat.
Kesalahan Penalaran
a. Kesesatan Formal
Yaitu pelanggaran terhadap kaidah logika. Kedua premis tidak boleh universal (sama).
Misalnya : Semua makhluk hidup butuh makan
Semua hewan adalah makhluk hidup
Jadi, hewan butuh makan
Contoh diatas adalah salah, karena premis mayor dan premis minornya universal
(sama-sama menggunakan kata semua).
b. Kesesatan Informal
Yaitu kesesatan dalam bahasa atau diksi.
- Penempatan kata depan yang keliru
- Mengacaukan posisi subjek atau predikat
- Ungkapan yang keliru
- Amfiboli (karena struktur kalimat bercabang)
- Kesesatan aksen/prosodi (penekanan yang salah dalam pembicaraan)
- Kesesatan bentuk pembicaraan (orang menyimpulkan kesamaan konstruksi)
- Kesesatan aksiden (aksidental dikacaukan dengan hal yang paling hakiki)
- Kesesatan karena alasan yang salah (kesimpulan ditarik dari premis yang tidak
relevan)
Kesesatan Presumsi
- Generalisasi tergesa-gesa
- Non sequiter
- Analogi palsu
- Penalaran melingkar (petitio principii)
- Deduksi cacat
- Pikiran simplistis (pikiran yang sempit)
Menghindari Persoalan
- Argumentum ad hominem
- Argumentum ad populum
- Argumentum ad misericordiam
- Argumentum ad baculum
- Argumentum ad auctoritatem
- Argumentatum ad ignorantiam
- Argumen untuk keuntungan seseorang
- Non causa pro causa
Kesesatan Restoris
- Eufemisme/Disfemisme
- Penjelasan Retorik
- Stereotipe
- Innuenddo (sindiran halus)
- Loading question
- Weaseler
- Downplay (merendahkan, lebih kepada menyerang seseorang)
- Lelucon/sindiran
- Hiperbola
- Pengandaian bukti
- Dilema semu
ETIKA
Berasal dari bahasa Yunani Ethos, yang artinya kebiasaan.
Etika dipahami sebagia sebuah cabang filsafat yang berbicara mengenai nila dan norma moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
Etika adalah sebuah refleksi kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan terwujudnya sikap dam pola perilaku manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok.
Etika memang akhirnya menghimbau orang untuk bertindak sesuai dengan moralitas, tetapi tidak diperintahkan oleh moralitas itu sendiri, melainkan karena ia sendiri tahu bahwa nilai itu memang baik baginya. Etika berusaha menggunggah manusia untuk bertindak otonom buka heteronom.
Tujuan mempelajari etika :
a. Untuk menyamakan persepsi tentang penilaian perbuatan baik dan buruk bagi setiap
manusia dan ruang dan waktu tertentu.
b. Sebagai ilmu, etika bersifat kritis dan metodis.
Berdasarkan Kajian Ilmu :
1. Etika Normatif
Mempelajari secara kritis dan metodis norma-norma yang ada untuk dapat
dipertanggungjawabkan.
2. Etika Fenomenologis
Mempelajari secara kritis dan metodis gejal-gejala moral
MORAL
Moral adalah norma untuk menata sikap batin dan perilaku lahiriah.
Moral dibagi menjadi dua, yaitu :
- Moral filosofi
Berdasarkan pada penalaran akal budi dan pengamatan
- Moral teologis
Didasarkan pada wahyu atau kitab suci yang ditafsirkan oleh otoritas instansi agama
yang bersangkutan.
Demikian yang bisa sampaikan hari ini, untuk contoh-contoh silogisme dan kesesatan menyusul yah. semoga bermanfaat :)
Sumber : ppt oleh Bapak Carolus Suharyanto dan Bapak Dr. Raja Oloan Tumanggor
Bagus Vania 95 buat kamuuu
BalasHapusMakasih ya lucy :D
Hapusbagusssss van menarikk 90 yaaa
BalasHapusMakasih tasya :D
Hapusbagus dan rapi kasih 85 yaaa :)
BalasHapusThank you :)
Hapusblognya bagus, 85 ya
BalasHapusMakasih dinda :)
HapusPostingnya gw suka banget!!! hahahaa 90 vaniaa!!!!
BalasHapusThanks mike :D
Hapusbagus deh blog nya, aku kasih 90 yaa :)
BalasHapusMakasih dian :D
HapusVania,blognya keren banget Trus mudah di mengerti. Gw kasih nilai 93 y
BalasHapusThank you chynthia :)
HapusThank you bonita. Blog kamu juga bagus kok :)
BalasHapusMembantu banget iniii. Penjelasannya lengkap dan jelas. 90 ya van:D
BalasHapusThanks yaa :D
Hapus