Minggu, 21 September 2014

Pertemuan 3 Role Play (Seks Bebas Boleh Gak Sih?)

SEKS BEBAS BOLEH GAK SIH?

Saat ini permasalahan tentang seks bebas makin marak terjadi dalam masyarakat.
Di berita banyak bermunculan tindakan seks bebas yang dilakukan baik oleh anak-anak, remaja hingga orang dewasa (tentunya yang belum masuk ke pernikahan). Usia remaja lah yang sangat rentan terhadap permasalahan ini. Karena memang pada saat usia remaja, rasa penasaran dan keingintahuan sangatlah tinggi. Apalagi ditunjang dengan kurangnya perhatian orang tua terhadap perkembangan anak dan mudahnya akses internet pada jejaring sosial, sangat memudahkan seorang remaja untuk berbuat demikian.

Menurut saya, pergaulan (seks) bebas tidak baik apalagi jika dilakukan pada usia remaja. Karena mereka masih sangat labil. Berikut penjelasan saya melalui beberapa pendekatan :


Pendekatan Empirisme
Jika dilihat dari segi pengalaman, seks bebas yang dilakukan oleh para remaja akan berdampak negatif terhadap perkembangannya, baik secara fisik maupun mental. Apalagi yang sampai hamil. Itu jelas sangat mengganggu mentalnya. Yang seharusnya mereka masih menikmati kesenangan masa remaja, tetapi mereka harus mengasuh dan menafkahi anak mereka.


Pendekatan Rasionalisme
Menurut pemikiran rasional juga mengatakan bahwa seks bebas yang dilakukan remaja di Indonesia akan sangat membuat mental mereka bisa rusak. Kita bukan tinggal di negara barat yang memang pada usia remaja banyak sekali yang melakukan seks bebas dan sepertinya tidak berdampak negatif terhadap mereka. Tapi kita ini tinggal di negara timur yang tidak menghendaki adanya seks bebas di usia remaja, karena norma kesusilaan melarangnya.

Pendekatan Fenomenalisme
Melihat kejadian di Indonesia mengenai seks bebas, jelas banyak menuai kontra bila dilakukan oleh para remaja. Yang terjadi adalah remaja akan terganggu mentalnya.

Jadi, kesimpulannya adalah bahwa seks bebas di Indonesia sangatlah tidak lazim untuk dilakukan, mengingat kita tinggal di negara timur  yang masih memegang teguh norma kesusilaan.




12 komentar: