Ketergantungan Anak pada Gadget
Pengertian Gadget
Menurut Kamus Bahasa Inggris-Indonesia, gadget
berarti alat atau perangkat. Gadget adalah alat yang praktis, mudah dibawa
kemana-mana (Echols & Shadily, 2010).
Menurut wikipedia (2010), gawai
(dalam bahasa Inggris: gadget) adalah
suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis yang secara
spesifik dirancang lebih canggih dibandingkan dengan teknologi yang diciptakan sebelumnya.
Berbagai Masalah yang Ditimbulkan akibat Penggunaan Gadget
Saat ini perkembangan gadget di Indonesia
maupun dunia semakin pesat sesuai dengan keadaan jaman. Seperti kita lihat,
dalam satu bulan saja kita bisa melihat berbagai macam jenis gadget dengan
segala aplikasi yang ada. Ini disebabkan karena gadget selalu mengutamakan
perkembangan teknologi modern masa kini. Macam-macam gadget yang paling sering
digunakan adalah (a) handphone, (b) laptop, (c) tablet pc, (d) kamera digital,
dan (e) pemutar media player.
Banyak sekali gadget keluaran terbaru
dengan menampilkan berbagai fitur dan aplikasi yang lengkap, sehingga membuat
para penggunanya menjadi kecanduan. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa,
anak-anak pun ikut menjadi pecandu gadget. Anak-anak usia dini yang belum
sekolah, ditambah dengan orangtua yang kaya dan sibuk bekerja akan cenderung
memilih gadget sebagai teman bermainnya. Sebagian besar alasan orangtua
memberikan gadget pada anak-anak di bawah umur adalah supaya anak tersebut
senang karena ada teman di “dunia maya”nya. Namun seperti kita ketahui bahwa
pengaruh gadget yang terjadi lebih banyak berdampak negatif daripada dampak
positif. Hal ini dikarenakan peran orangtua yang sangat minim dalam mengawasi
dan mengontrol anaknya yang sedang bermain gadget. Kurangnya pengetahuan
tentang kegunaan gadget yang sesungguhnya menjadi alasan kedua mengapa gadget
berdampak buruk bagi anak.
Pengaruh Gadget bagi Perkembangan Anak
Pengaruh positif
gadget. Perkembangan
teknologi, seperti gadget yang semakin maju tidak selalu berdampak negatif bagi
para penggunanya, khususnya untuk anak-anak. Gadget bisa berdampak positif atau
negatif tergantung dari cara menerima dan menggunakan pada anak dan tentunya
peran orangtua termasuk didalamnya. Faktor lingkungan dan budaya juga
memengaruhi seorang anak dalam bermain gadget. Jika lingkungan sekitar dan
teman sebayanya pasif, anak akan cenderung menyukai gadget. Namun bila
lingkungannya aktif sehingga mengharuskan anak untuk ikut ambil bagian dalam
lingkungan, akan membuat anak tidak tercandu pada gadget.
“Dikatakan bahwa teknologi memiliki sifat
memberdayakan yang bisa mendorong anak untuk melakukan inovasi baru, sehingga
masa depan mereka cenderung lebih cerah. Ada juga manfaat lain gadget seperti
game PC yang memungkinkan adanya kekuatan kolaborasi anak dalam suatu tim”
(Putra, 2013).
Pengaruh
positif lainnya dari penggunaan gadget, yaitu: (a) gadget akan membantu anak supaya bisa menyesuaikan diri dengan
keadaan lingkungan sekitarnya dan perkembangan zaman, (b) informasi dapat
dengan mudah dicari melalui internet yang ada pada aplikasi gadget, (c) membantu
anak untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya, (d) sebagai sarana dan prasarana
komunikasi karena aplikasi dalam gadget seperti jejarig sosial, dan (e)
membantu anak mengabadikan suatu fenomena melalui foto atau video.
Pengaruh negatif
gadget.
Terhadap perkembangan fisik anak. Menurut Crowan (dikutip
oleh huffingtonpost.com, yang dikutip
lagi oleh Kartika, 2014) ada beberapa pengaruh negatif penggunaan gadget bagi
perkembangan fisik anak, yaitu (a) pertumbuhan
otak anak yang terlalu cepat, (b) perkembangan sensori-motorik
terhambat, (c) obesitas,
(d) mengalami gangguan tidur, (e) pikun
digital, (f) penurunan daya konsentrasi dan ingatan, (g)
terkena paparan radiasi,
dan (h) kurang mampu berbahasa dengan baik.
Terhadap perkembangan
sosial anak. Gadget tidak hanya berdampak buruk pada kesehatan fisik anak saja,
tetapi juga memengaruhi perkembangan sosial anak. Berikut ini beberapa pengaruh
negatif gadget terhadap perkembangan sosial anak, yaitu (a) anak kurang bisa
berinteraksi sosial secara nyata dengan baik, (b) anak cenderung menjadi pemalu
dan penyendiri, (c) anak menjadi tidak disiplin, (d) anak menjadi kurang
perhatian dan berempati kepada orang lain, (e) bisa menjauhkan anak dari
orangtua atau saudaranya, (f) anak akan sulit menerima
kenyataan yang ada karena gadget selalu menampilkan hal yang tidak nyata
(maya), (g) anak menjadi tidak bisa bersosialisasi dengan baik terhadap
lingkungannya, (h) anak cenderung antisosial, dan (i) anak cenderung
berprasangka negatif terhadap orang lain.
Cara untuk Mengurangi
Ketergantungan Anak pada Gadget
Menurut psikolog. Menurut Ferliana, (dikutip oleh Prianggono, 2011) ada beberapa cara yang bisa
dilakukan untuk mengurangi ketergantungan anak pada gadget, yaitu (a)
pilih gadget yang sesuai dengan usia anak, (b) batasi waktu anak untuk bermain
gadget supaya tidak kecanduan, (c) batasi
penggunaan aplikasi negatif pada gadget, (d) waspada antisosial pada anak yang
suka bermain gadget, dan (e) hindari kecanduan anak pada
gadget.
Menurut non-psikolog. Cara lain yang bisa orangtua lakukan adalah (a) menghabiskan lebih
banyak waktu dengan anak, (b) mendorong anak untuk aktif di berbagai
kegiatan, (c) menyeimbangkan waktu, dan (d) tidak memberikan ponsel saat anak
masih terlalu kecil (Husnantia, 2014).
Daftar
Pustaka
Echols, J. M., & Shadily, H. (2010). Kamus bahasa Inggris-Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Gawai. (2010). Diunduh dari
http://id.wikipedia.org/wiki/Gawai
Husnantiya, M.
(2014, Februari 4). 5 langkah mudah untuk atasi kecanuan ponsel pada anak. Diunduh dari http://health.detik.com/read/2014/02/04/200130/2487388/1301/2/5-langkah-mudah-untuk-atasi-kecanduan-ponsel-pada-anak
Kartika, U. (2014, Mei 12). 10 alasan anak perlu lepas dari gadget. Dalam L. K. Anna (Ed.), Kompas. Diunduh dari http://health.kompas.com/read/2014/05/12/1640161/10.Alasan.Anak.Perlu.Lepas.dari.Gadget
Putra, L. K. (2013,
September 9). Dampak positif dan negatif gadget. Diunduh dari http://www.vemale.com/topik/parenting-dan-bayi/34664-dampak-positif-dan-negatif-gadget.html
Prianggono, H.
(2011). Anak dan gadget: Yang penting aturan main. Nakita. Diunduh dari http://www.tabloid-nakita.com/read/1/anak-dan-gadget-yang-penting-aturan-main
Tidak ada komentar:
Posting Komentar