Manfaat Musik Klasik
terhadap Perkembangan Anak
Latar Belakang
Saat ini perkembangan musik di dunia pendidikan menunjukkan
kemajuan yang sangat pesat. Hal ini disebabkan karena musik menjadi salah satu
faktor yang memengaruhi perkembangan seorang
anak. Peneliti dari Universitas California melakukan eksperimen dengan membagi anak
usia 3-5 tahun menjadi dua kelompok. Selama delapan bulan satu kelompok diberi pelajaran musik yang
beragam, sedangkan kelompok lainnya tidak. Setelah itu kedua kelompok diberi
tes object assembly, yaitu
menggabungkan potongan-potongan tertentu menjadi sesuatu secepat mungkin.
Hasilnya, kelompok yang diberi pelajaran musik mencapai skor 80% lebih tinggi
daripada kelompok lainnya. Menurut penelitian di atas dapat dibuktikan bahwa pentingnya pendidikan musik untuk
anak-anak usia SD dan SMP dalam mengembangkan kemampuan mereka di sekolah
maupun di luar sekolah (Munandar, 2002).
Pengertian Musik
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Musik adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara
dalam urutan, kombinasi, dan hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi
atau suara yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan (Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI],
2014).
Jenis Musik yang Memengaruhi
Perkembangan Anak
Jenis musik sangat beragam,
diantaranya musik klasik, musik tradisional, dan musik populer. Jenis musik yang sangat
berpengaruh terhadap perkembangan anak adalah musik klasik karena musik klasik
memiliki irama dan nada yang teratur. Bentuk musik klasik yang memiliki irama
dan nada teratur adalah instument seperti instrument piano, biola, dan gitar (Fadil, 2013).
Pengertian Musik Klasik
Menurut Kamus Oxford. Musik klasik adalah musik yang ditulis dalam tradisi Eropa selama periode berlangsung sekitar 1750-1830. Bentuk-bentuk musik klasik seperti simfoni, konserto, dan sonata yang standar. Musik klasik sering dibandingkan dengan musik bernuansa barok dan romantis (Oxford Dictionaries, 2007).
Hubungan antara Musik
Klasik dengan Perkembangan Anak
Musik klasik sangat
berpengaruh terhadap kehidupan dan perkembangan seorang anak. Perkembangan IQ
dan EQ anak yang senang mendengarkan atau memainkan musik klasik akan berbeda
dengan anak yang tidak terbiasa dengan musik. Black dalam “The Musical Mind” (dikutip
dalam Djohan, 2009) mengatakan bahwa sejak bayi, manusia memang sudah memiliki
mekanisme saraf yang secara eksklusif terfokus pada musik. Langstaff dan Meyer (dikutip dalam Djohan, 2009) juga mengatakan
bahwa pada usia 11 tahun, sirkuit saraf anak sangat tepat untuk mengembangkan
segala jenis persepsi dan perbedaan sensori dalam musik, seperti
mengidentifikasi pitch dan ritme.
Jika masa perkembangan ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal, maka anak dapat
mengalami tuna nada. Oleh sebab itu, hubungan musik klasik dengan perkembangan
anak sangat erat sehingga mengharuskan anak untuk bisa mengenali musik klasik
sedini mungkin.
Manfaat Musik Klasik
untuk Perkembangan Anak
Terhadap IQ (perkembangan otak).
Meningkatkan daya otak. Rauscher melakukan penelitian
dengan memberikan tes penalaran spesial dari suatu tes inteligensi standar pada
anak. Sebelum mengerjakan tes pertama, anak mendengarkan salah satu sonata
Mozart selama 10 menit. Sebelum mengerjakan tes kedua mereka mendengarkan suatu
tape relaksasi, dan sebelum mengerjakan tes ketiga anak tidak mendengarkan
apapun. Ternyata hasil skor IQ terbaik dan tertinggi adalah saat tes pertama
ketika mereka mendengarkan musik Mozart (Munandar, 2002).
Musik merangsang rekognisi
(mengenali kembali). Jika anak mendengar alunan musik klasik, saraf
indera pendengaran mengirim sinyal ke otak untuk mengenali alunan musik
tersebut. Otak menganalisis sinyal dan mencari padanan sinyal pada gudang
ingatan. Jika anak pernah mendengar alunan serupa, maka anak tersebut akan
melakukan respon mengikuti musik yang mereka dengarkan (Satiadarma &
Zahra, 2004).
Membuat anak lebih kreatif. Pendidikan musik klasik
dapat meningkatkan kemampuan anak dalam hal mendengarkan dan memahami instruksi,
bercerita dengan kreatif, berhitung matematis, serta menyusun kalimat. (Bernhard,
2007).
Memperluas fungsi otak. Peneliti dari Universitas
Munster di Jerman melaporkan bahwa pelajaran musik klasik untuk anak-anak ternyata
dapat memperluas fungsi otak. Hal ini dibuktikan oleh penemuan peneliti pada
musisi bahwa area otak yang digunakan untuk menganalisis pitch musik ternyata 25% lebih besar dibandingkan dengan orang yang
tidak pernah memainkan alat musik (Djohan, 2009).
Meningkatkan kemampuan matematika
dan sains. Tramko, seorang ahli saraf dari Harvard Medical School
membuktikan adanya tumpang tindih pada sel otak yang memproses musik, bahasa,
logika-matematika, dan abstract
reasoning. Saat dilakukan survei di 17 negara terhadap kemampuan anak usia kurang dari 14 tahun
dalam bidang sains, ditemukan bahwa anak dari negeri Belanda, Jepang, dan
Hongaria mempunya prestasi tertinggi di dunia. Hal ini dikarenakan ketiga negara
ini memasukkan unsur musik secara intensif ke dalam kurikulum mereka (Lucy,
2009).
Terhadap EQ (perkembangan mental dan emosi
anak).
Menghilangkan stres. Musik
klasik telah terbukti menurunkan hormon-hormon penyebab stres tertentu di dalam
tubuh, dan juga memicu neurotransmitter penghasil rasa senang dari otak yang
dikenal sebagai endorfin (Sheppard, 2007).
Dapat membangkitkan semangat. Menurut
Anthony (dikutip dalam Suryana, 2013), ketika mendengarkan musik klasik pikiran
anak yang sedang jenuh atau bosan dapat tenang. Mendengarkan musik juga dapat memunculkan semangat mereka
kembali.
Membantu mengekspresikan diri. Anak-anak
dapat menciptakan ekspresi musikal dari emosi yang sedang dialaminya dan representasi musikal
dari konsep tulisan. Oleh karena itu, musik klasik adalah sistem yang unik untuk
mengomunikasikan ide dan emosi yang kompleks (Sheppard, 2007).
Menentukan
perasaan anak. Anak akan mengungkapkan emosi atau perasaannya sesuai dengan
jenis musik klasik yang mereka dengarkan. Mereka akan ceria dan bahagia jika
mereka mendengarkan musik yang menyenangkan. Mereka akan terlihat sedih dan murung jika mendengarkan musik
yang menyedihkan (Djohan, 2009).
Terhadap perkembangan tingkah laku
Mengurangi kenakalan anak. Kebiasaan
mendengar dan memainkan musik klasik ternyata mengurangi perilaku nakal pada
anak-anak karena musik klasik bersifat menenangkan (Cutietta, Hamann, &
Walker, 1995, dikutip dalam Bernhard, 2007).
Dapat mengubah perilaku anak. Mendengarkan musik klasik,
belajar memainkan alat musik, dan aktivitas musik dalam kelompok merupakan
stimulus yang dapat mendorong perubahan perilaku anak menjadi lebih baik (Djohan, 2006).
Simpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa musik klasik
sangat bermanfaat bagi perkembangan IQ dan EQ anak. Manfaat musik klasik bagi
IQ anak, yaitu dapat meningkatkan daya otak, merangsang rekognisi (mengenali
kembali), membuat anak lebih kreatif, memperluas fungsi otak, dan meningkatkan kemampuan
matematika dan sains. Manfaat musik terhadap EQ anak, yaitu menghilangkan stres, membangkitkan
semangat, membantu mengekspresikan diri, dan menentukan perasaan anak. Manfaat
lainnya, yaitu mengurangi kenakalan anak dan dapat mengubah perilaku anak. Itu
sebabnya orangtua perlu memberikan pelajaran tentang musik klasik untuk anaknya
sejak kecil karena musik klasik memiliki banyak manfaat untuk perkembangan
anak.
DAFTAR PUSTAKA
Bernhard, S. L. (2007). Panduan bagi
orangtua: Les musik untuk anak anda. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Djohan. (2006). Terapi musik: Teori
dan aplikasi. Jakarta: Galangpress Group.
Djohan. (2009). Musik dan Emosi, Kognisi, dan Inteligensi. Dalam Mardiyanto
(Ed.), Psikologi musik (3rd ed.), (h.
79-192). Yogyakarta: Penerbit Best Publisher.
Fadil,
A . (2013). Jenis musik, pengaruhnya kepada manusia, dan perkembangan anak.
Diunduh dari
http://dua-enam.heck.in/jenis-musikpengaruhnya-kepada-manusia-da.xhtml
Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2014). Musik.
Diunduh dari http://kamusbahasaindonesia.org/musik/mirip#ixzz3IN4udQwO
Lucy.
(2009). Kembangkan sumber daya anak: Temukan kekuatan potensi anak. Dalam T.
Leoni (Ed.), Mendidik sesuai dengan minat
dan bakat anak: Painting your children’s future (h. 66). Jakarta: Tangga Pustaka.
Munandar,
S. C. U. (2002). Musik klasik dan perannya. Dalam T. Setiabudhi, &
Hardywinoto (Ed.), Anak unggul berotak
prima (h. 59-67) Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Oxford
Dictionaries. (2007). Classical music. Retrieved
from http://www.oxforddictionaries.com/us/definition/american_english/classical-music
Satiadarma, M. P., & Zahra, R. P. (2004). Cerdas dengan musik. Diunduh dari http://books.google.co.id/
Sheppard, P. (2007). Music maker your
children smarter: Peran musik dalam perkembangan anak. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Suryana,
D. (2012). Terapi Musik. Diunduh dari
http://books.google.co.id/